pengarang: ridzal eko sopi'i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perencanaan pendidikan
merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi berlangsungnya pendidikan.
dengan perencanaan maka dapat kita jalankan dengan baik khususnya di suatu
pendidikan untuk kedepanya. baik akademik maupun non-akademik, di samping itu
sebuah perencanaan dalam pendidikan harus bersifat fleksibel dengan kurun waktu
yang semakin lama semakin maju.
Untuk itu dalam sebuah
perencanaan yang lebih lanjut maka kita perlu mengenali sebuah perencanaan baik
berupa metode-metode untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik dan untuk bisa
di terapkan ke dalam pendidikan maupun tahapan-tahapan proses perencanaan.
B. Rumusan Masalah
a.
Apakah
perencanaan itu?
b.
Apa saja
tahapan-tahapan untuk membuat perencanaan?
c.
Bagaimana
sistem pendidikan sebagai dasar metodologi perencanaan?
d.
Metodologi
apa saja dalam perencanaan pendidikan?
e.
Karakteristik
apa saja untuk perencanaan pendidikan?
f.
Apa
manfaat menggunakan metode saat penyusunan sebuah rencana?
C. Tujuan
a.
Mengerti
perencanaan pendidikan
b.
Mengetahui
metodologi perencanaan pendidikan
c.
Memahami
cara membuat perencanaan pendidikan
d.
Memngetahhui
manfaat perencanaan pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
perencanaan
Perencanaan
adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan di laksanakan pada masa
akan dating untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan (Gaffar, 1987 ).
Perencanaan itu dapat pula di beri arti sebagai suatu proses pembuatan
serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depansesuai yang telah di
tentukan.menurud Bintoro perencanaan dalam arti luas adalah proses
mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan di lakukan untuk
mencapai tujuan tertentu (Bintoro Tjokroamidjojo, 1977).
Selain
itu perencanaan juga bisa untuk mempermudah mengevaluasi sebuah kegiatan
khususnya dalam pendidikan, dan untuk mengambil sebuah keputusan kedepanya. dan
dapat kita bayangkan sebuah kegiatan yang di depanya tanpa ada sebuah
perencanaan.
Dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pendidikan adalah kegiatan
pembuatan dan pengembangan suatu rencana-rencana yang akan dilakukan dalam
sebuah subtansi pendidikan agar pendidikan tersebut berjalan dengan efektif dan
efisien.
B. Tahapan-tahapan
dalam proses perencanaan
Dalam
kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistimatik sequensial, karena itu dalam kegiatan menyusun perencanaan dan
pelaksanaan perencanaan memerlukan tahapan-tahapan yang sesuai denagn
karakteristik perencanaan yang sedang di kembangkan (Banghart, 1973) :
a.
Proloque pendahuluan atau langkah
persiapan untuk memulaiya suaatu kegiatan perencanaan.
b.
Identiflying educational planning
problems yang
menyangkup:
-
Menentukan
ruang lingkup perencanaan,
-
Mengkaji
apa yang telah di laksanakan,
-
Membandingkan
apa yang telah di capai dan apa yang harus di capai,
-
Sumber-sumber
daya yang tersedia dan keterbatasannya,
-
Mengembangkan
bagian-bagian perencanaan dan prioritas perencanaan.
c.
Analizing planning problem area yaitu mengkaji permasalahan
perencanaan yang mencangkup: a) mengkaji permasalahan dan sub permasalahan, b)
pengumpulan data tabulating data atau
tabulasi data, c) for casting atau
proyeksi.
d.
Coceptualizinging and designing
palns, mengembangkan
rencana yang mencangkup: a)indentifikasi kecenderungan-kecenderuang yang ada,
b) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, c) meyusun rencana.
e.
Evaluating plan menilai rencana yang telah di susun tersebut yang
mencangkup: a) simulasi rencana, b) evaluasi rencana, c) memilih rencana.
f.
Specifying the plan menguraikan rencana yang menyangkup a) problem formulatin merumuskan masalah,
b) reporting results menyusun hasil
rumusan dalam bentuk fianl plan draf atau rencana akhir.
g.
Implementing the plan melaksanakan rencana yang mencangkup:
a) persiapan rencana oprasional, b) persetujuan dan pengesahan rencana, c)
mengatur aparat organisasi.
h.
Plan feedback, balikan pelaksanaan rencana yang mencangkup:
a) memantau pelaksanaan perencanaan, b) evaluasi pelaksanaan perencanaan, c)
mengadakan penyesuaian, mengadakan perubahan rencana atau merancang apa yang
perlu di rancang lagi bagaimana perancangannya, dan oleh siapa.
Berdasarkan tahapan
dalam proses perencanaan di atas dapat kita simpulkan bahwa proses perencanaan
terdiri dari beberapa komponen utama yag esensial yang secara prinsip tidak
dapat di tinggalkan.
a.
Kajian
terhadap hasil perencanaan pembangunan pendidikan periode sebelumnya sebagai
titik berangkat perencanaan.
b.
Rumusan
tentang tujuan umum perencanaan pendidikan yang merupakan arah yang harus dapat
di jadikan titik tumpu kegiatan perencanaan.
c.
Rumusan
kebijakan atau polisi yang kemudian yang di jabarkan ke dalam strategi dasar
perencanaan yang merupakan respon terhadap cara mewujudkan yang di tentukan.
d.
Pengembangan
program dan proyek sebagai oprasionalisasi prioritas yang di tetapkan.
e.
Schenduling dalam arti mengatur menemukan
dua aspek yaitu ke seluruh program dan prioritas secara teratur yang cermat
karena penjadwalan ini secara makro mempunyai arti tersediri yang sangat
strategis bagi keseluruhan pelaksaaan rencana.
f.
Evaluasi
dan revisi yang nerupakan kegiatan evaluasi untuk menentukan tingkat
keberhasilan dan kegiatan untuk mengadakan penyesuaian terhadap tuntutan baru
yang berkembang.
C. Sistem
pendidikan sebagai dasar penerapan metodologi perencanaan pendidikan
System pendidikan
yang berlaku adalah organized effort
yang sudah melembaga yang berperan sebagai asset dalam kegiatan pembangunan
pendidikan. kedudukan sitem sebagai planning
mechanism and planning basis mempunyai arti lain bila di tinjau dari segi
metodologi. Penerapan metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk kepada
kerja sitem yang ada.
Struktur sitem
pendidikan nasinal terdiri dari berbagai jenjang yang menyangkut jenjang
pertama atau elementary education, jenjang kedua di sebut secondary education, dan jenjang ke tiga tertiary education.
D. Metodologi
perencanaan dalam pendidikan
Metodologi dapat didefiisikan sebagai
serangkaian proses kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan sesuai
dengan yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu. Tahapan proses perencanaan
tersebut pada dasarnya terdiri dari empat komponen. Pertama, environmental (lingkungan), baik
lingkungan internal (internal
environment) maupun eksternal (external
environment). Pada tahap ini, hal yang dilakukan adalah pengumpulan dan
pemrosesan data. Kelengkapan data dalam perencanaan sangat penting.
Kedua, perumusan yang merupakan tahap
evaluasi dari keseluruhan tahap proses perencanaan yang kemudian dievaluasi dan
direvisi kembali. Hasil evaluasi dan revisi ini mencadi bagian dari awal
tahapan dalam merumuskan perencanaan kembali. Perencanaan dalam pendidikan dilaksanakan
secara terorganisasi, berkelanjutan, dan bersistem. Melalui perencanaan yang
bersistem, segala kegiatan perencanaan pendidikan akan terwujud dengan baik.
Oleh karena itu, kedudukan sistem sebagai mekanisme perencanaan dan dasar
perencanaan mempunyai arti penting bagi penerapan metodologi perencanaan.
Metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk pada sistem kerja pendidikan
yang ada. Jika sistem kerja tidak menunjang, penerapan metodologi akan
mengalami hambatan. Kedudukan sistem dalam pembangunan pendidikan nasional
merupakan konsensus. Konsensus sendiri merupakan kesepakatan yang disetujui
bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya penelitian, dan
karenanya mempunyai arti sangat penting.
E. Karakteristik
data yang di perlukan untuk perencanaan pendidikan
Karakteristik
data ini yang khususnya sesuai dengan sifat rencana pendidikan yang multi disiplinair adalah sebagai
berikut:
a.
Kependudukan:
mencangkup struktur penduduk, dietribusi penduduk menurut daerah, pertumbhan
penduduk, populasi usia sekolah yang ada di dalam sistempersekolahan dan di
luar persekolahan, dan struktur angkatan kerja berdasarkan kategori kerja dan
pendidikan.
b.
Data
ekonomi: mencangkup anggaran pendapatan dan belaja negara, GNP, Revenue sources, tingkat pertumbuhan ekonomi,
dan pertumbuhan ekonomi pertahun serta jumplah dan kecenderungan investasi
terhadap pendidikan.
c.
Keijakan
nasional yang meruakan keputusan politik: mencangkup falsafah dan tujuan
nasional, keputusan dan legislative negara yang harus menjadi pegangan upaya
pembangunan untuk seluruh sector, dan falsafah dan tujuan nasional, keputusan
bandan legislatif negara yang harus menjadi pegangan upaya pembangunan untuk
seluruh sector falsafah pendidikan yang di anut.
d.
Data
kependidikan: mencangkup enrollment
untuk setiap jenjang dan jenis, personel pendidikan yang terlibat dalam
penyelenggaraan pendidikan,lulusan dls.
e.
Data
ketenagakerjaan mencangkup jumplah man
power yang di perlukan oleh setiap factor pembangunandan kemampuan pasaran
kerja dalam tahapan lulusan yang untuk memberikan lulusan yang baik.
F. Pentingnya
perencanaan
Dengan
banyaknya perencanaan pendidikan maka banyak pula yang bisa kidadapatkan
manfaatnya seperti yang di kemukkakan oleh (Depdiknas.
1997; Soenarya, E. 2000; Depdiknas, 2001) antara lain:
1 Dapat
digunakan sebagai standar aktivitas atau pekerjaan pemimpin dan anggota dalam
suatu lembaga pendidikan. Dalam membuat suatu perencanaan, hal ini sudah
menjadi standar yang berarti semua aktivitas kegiatan harus berdasarkan pada
perencanaan yang telah di buat.
2. Dapat dijadikan sebagai media pemilihan berbagai
alternative strategi penyelesaian yang terbaik bagi upaya pencapaian tujuan
pendidikan. Manfaat perencanaan pendidikan juga untuk mempersiapkan berbagai
alternatif dari rencana serangkaian kegiatan apabila terdapat kesalahan yang
tidak dikehendaki sehingga dapat di minimalisir dengan cepat dan tepat dengan
menggunakan alternatif yang telah disiapkan.
3. Dapat
bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas kelembagaan baik yang menyangkut
sasaran yang akan dicapai maupun proses kegiatan layanan pendidikan.
4. Dapat mengefisiensikan dan mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber
daya organisasi atau lembaga pendidikan. Dari pemanfaatan sumberdaya perencanaan
pendidikan juga menganalisis pemanfaatan sumberdaya yang dibutuhkan dengan
seefisien dan seefektif mungkin untuk menghindari penggunaan sumberdaya yang
berlebihan.
5. Dapat
membantu pimpinan dan para anggota (warga sekolah) dalam menyesuaikan diri
terhadap perkembangan atau dinamika perubahan sosial-budaya. Dengan dilakukan
perencanaan pendidikan semua pihak yang terkait didalamnya seperti warga
sekolah diharapakan ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan
perenacanaan pendidikan sesuai dengan posisinya masing-masing.
6. Dapat dijadikan sebagai media atau
alat untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak atau
lembaga pendidikan yang terkait, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan
pendidikan. Melalui perencanaan pendidikan yang telah menjadi tujuan bersama
maka perencanaan pendidikan dapat dijadikan sebagai alat berkoordinasi dalam
melaksanakan tugas bagian masing-masing
7. Dapat dijadikan sebagai media untuk
meminimalkan pekerjaan yang tidak efisien atau tidak pasti. Salah satu resiko
dari pelaksanaan perencanaan pendidikan terjadinya pekerjaan yang tidak
efisien, melalui perencanaan pendidikan dapat di antisipasi pekerjaan yang
tidak efisien mealaui perencanaan yang baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Kurniadi,
D. dan Machali, Imam. 2012. Perencanaan
Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Sa’ud,
U. S. dan Makmun, A. S. 2005. Perencanaan Pendidikan, Suatu Pendekatan
Komperhensif. Bandung: Rosdakarya.
Fatah,
Nanang. 2001. Landasan Manajemen
Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sunarya,
E. 2000. Fungsi perencanaan pendidikan. (online),
file:///D:/TUGAS%20KULIAH/SEMERTER%202/perencanaan%20pendidikan/browsing/5-fungsi-perencanaan-pendidikan.html Diakses:
24 januari 2014.
No comments:
Post a Comment