Social Icons

Pages

Tuesday, February 18, 2014

metodologi perencanaan pendidikan


pengarang: ridzal eko sopi'i
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Perencanaan pendidikan merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi berlangsungnya pendidikan. dengan perencanaan maka dapat kita jalankan dengan baik khususnya di suatu pendidikan untuk kedepanya. baik akademik maupun non-akademik, di samping itu sebuah perencanaan dalam pendidikan harus bersifat fleksibel dengan kurun waktu yang semakin lama semakin maju.
Untuk itu dalam sebuah perencanaan yang lebih lanjut maka kita perlu mengenali sebuah perencanaan baik berupa metode-metode untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik dan untuk bisa di terapkan ke dalam pendidikan maupun tahapan-tahapan proses perencanaan.
B.       Rumusan Masalah
a.       Apakah perencanaan itu?
b.      Apa saja tahapan-tahapan untuk membuat perencanaan?
c.       Bagaimana sistem pendidikan sebagai dasar metodologi perencanaan?
d.      Metodologi apa saja dalam perencanaan pendidikan?
e.       Karakteristik apa saja untuk perencanaan pendidikan?
f.       Apa manfaat menggunakan metode saat penyusunan sebuah rencana?

C.       Tujuan
a.       Mengerti perencanaan pendidikan
b.      Mengetahui metodologi perencanaan pendidikan
c.       Memahami cara membuat perencanaan pendidikan
d.      Memngetahhui manfaat perencanaan pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian perencanaan

Perencanaan adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan di laksanakan pada masa akan dating untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan (Gaffar, 1987 ). Perencanaan itu dapat pula di beri arti sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depansesuai yang telah di tentukan.menurud Bintoro perencanaan dalam arti luas adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan di lakukan untuk mencapai tujuan tertentu (Bintoro Tjokroamidjojo, 1977).
Selain itu perencanaan juga bisa untuk mempermudah mengevaluasi sebuah kegiatan khususnya dalam pendidikan, dan untuk mengambil sebuah keputusan kedepanya. dan dapat kita bayangkan sebuah kegiatan yang di depanya tanpa ada sebuah perencanaan.
Dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pendidikan adalah kegiatan pembuatan dan pengembangan suatu rencana-rencana yang akan dilakukan dalam sebuah subtansi pendidikan agar pendidikan tersebut berjalan dengan efektif dan efisien.

B.       Tahapan-tahapan dalam proses perencanaan

Dalam kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistimatik sequensial, karena itu dalam kegiatan menyusun perencanaan dan pelaksanaan perencanaan memerlukan tahapan-tahapan yang sesuai denagn karakteristik perencanaan yang sedang di kembangkan (Banghart, 1973) :
a.    Proloque pendahuluan atau langkah persiapan untuk memulaiya suaatu kegiatan perencanaan.
b.    Identiflying educational planning problems yang menyangkup:
-       Menentukan ruang lingkup perencanaan,
-       Mengkaji apa yang telah di laksanakan,
-       Membandingkan apa yang telah di capai dan apa yang harus di capai,
-       Sumber-sumber daya yang tersedia dan keterbatasannya,
-       Mengembangkan bagian-bagian perencanaan dan prioritas perencanaan.
c.    Analizing planning problem area yaitu mengkaji permasalahan perencanaan yang mencangkup: a) mengkaji permasalahan dan sub permasalahan, b) pengumpulan data tabulating data atau tabulasi data, c) for casting atau proyeksi.
d.   Coceptualizinging and designing palns, mengembangkan rencana yang mencangkup: a)indentifikasi kecenderungan-kecenderuang yang ada, b) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, c) meyusun rencana.
e.    Evaluating  plan menilai rencana yang telah di susun tersebut yang mencangkup: a) simulasi rencana, b) evaluasi rencana, c) memilih rencana.
f.     Specifying the plan menguraikan  rencana yang menyangkup a) problem formulatin merumuskan masalah, b) reporting results menyusun hasil rumusan dalam bentuk  fianl plan draf atau rencana akhir.
g.    Implementing the plan melaksanakan rencana yang mencangkup: a) persiapan rencana oprasional, b) persetujuan dan pengesahan rencana, c) mengatur aparat organisasi.
h.    Plan feedback,  balikan pelaksanaan rencana yang mencangkup: a) memantau pelaksanaan perencanaan, b) evaluasi pelaksanaan perencanaan, c) mengadakan penyesuaian, mengadakan perubahan rencana atau merancang apa yang perlu di rancang lagi bagaimana perancangannya, dan oleh siapa.
Berdasarkan tahapan dalam proses perencanaan di atas dapat kita simpulkan bahwa proses perencanaan terdiri dari beberapa komponen utama yag esensial yang secara prinsip tidak dapat di tinggalkan.
a.    Kajian terhadap hasil perencanaan pembangunan pendidikan periode sebelumnya sebagai titik berangkat perencanaan.
b.    Rumusan tentang tujuan umum perencanaan pendidikan yang merupakan arah yang harus dapat di jadikan titik tumpu kegiatan perencanaan.
c.    Rumusan kebijakan atau polisi yang kemudian yang di jabarkan ke dalam strategi dasar perencanaan yang merupakan respon terhadap cara mewujudkan yang di tentukan.
d.   Pengembangan program dan proyek sebagai oprasionalisasi prioritas yang di tetapkan.
e.    Schenduling dalam arti mengatur menemukan dua aspek yaitu ke seluruh program dan prioritas secara teratur yang cermat karena penjadwalan ini secara makro mempunyai arti tersediri yang sangat strategis bagi keseluruhan pelaksaaan rencana.
f.     Evaluasi dan revisi yang nerupakan kegiatan evaluasi untuk menentukan tingkat keberhasilan dan kegiatan untuk mengadakan penyesuaian terhadap tuntutan baru yang berkembang.

C.       Sistem pendidikan sebagai dasar penerapan metodologi perencanaan pendidikan

System pendidikan yang berlaku adalah organized effort yang sudah melembaga yang berperan sebagai asset dalam kegiatan pembangunan pendidikan. kedudukan sitem sebagai planning mechanism and planning basis mempunyai arti lain bila di tinjau dari segi metodologi. Penerapan metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk kepada kerja sitem yang ada.
Struktur sitem pendidikan nasinal terdiri dari berbagai jenjang yang menyangkut jenjang pertama  atau elementary education, jenjang kedua di sebut secondary education, dan jenjang ke tiga tertiary education.




D.      Metodologi perencanaan dalam pendidikan

Metodologi dapat didefiisikan sebagai serangkaian proses kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu. Tahapan proses perencanaan tersebut pada dasarnya terdiri dari empat komponen. Pertama, environmental (lingkungan), baik lingkungan internal (internal environment) maupun eksternal (external environment). Pada tahap ini, hal yang dilakukan adalah pengumpulan dan pemrosesan data. Kelengkapan data dalam perencanaan sangat penting.
Kedua, perumusan yang merupakan tahap evaluasi dari keseluruhan tahap proses perencanaan yang kemudian dievaluasi dan direvisi kembali. Hasil evaluasi dan revisi ini mencadi bagian dari awal tahapan dalam merumuskan perencanaan kembali. Perencanaan dalam pendidikan dilaksanakan secara terorganisasi, berkelanjutan, dan bersistem. Melalui perencanaan yang bersistem, segala kegiatan perencanaan pendidikan akan terwujud dengan baik. Oleh karena itu, kedudukan sistem sebagai mekanisme perencanaan dan dasar perencanaan mempunyai arti penting bagi penerapan metodologi perencanaan. Metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk pada sistem kerja pendidikan yang ada. Jika sistem kerja tidak menunjang, penerapan metodologi akan mengalami hambatan. Kedudukan sistem dalam pembangunan pendidikan nasional merupakan konsensus. Konsensus sendiri merupakan kesepakatan yang disetujui bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya penelitian, dan karenanya mempunyai arti sangat penting.

E.       Karakteristik data yang di perlukan untuk perencanaan pendidikan

Karakteristik data ini yang khususnya sesuai dengan sifat rencana pendidikan yang multi disiplinair adalah sebagai berikut:
a.         Kependudukan: mencangkup struktur penduduk, dietribusi penduduk menurut daerah, pertumbhan penduduk, populasi usia sekolah yang ada di dalam sistempersekolahan dan di luar persekolahan, dan struktur angkatan kerja berdasarkan kategori kerja dan pendidikan.
b.        Data ekonomi: mencangkup anggaran pendapatan dan belaja negara, GNP, Revenue sources, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi pertahun serta jumplah dan kecenderungan investasi terhadap pendidikan.
c.         Keijakan nasional yang meruakan keputusan politik: mencangkup falsafah dan tujuan nasional, keputusan dan legislative negara yang harus menjadi pegangan upaya pembangunan untuk seluruh sector, dan falsafah dan tujuan nasional, keputusan bandan legislatif negara yang harus menjadi pegangan upaya pembangunan untuk seluruh sector falsafah pendidikan yang di anut.
d.        Data kependidikan: mencangkup enrollment untuk setiap jenjang dan jenis, personel pendidikan yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan,lulusan dls.
e.         Data ketenagakerjaan mencangkup jumplah man power yang di perlukan oleh setiap factor pembangunandan kemampuan pasaran kerja dalam tahapan lulusan yang untuk memberikan lulusan yang baik.

F.        Pentingnya perencanaan

Dengan banyaknya perencanaan pendidikan maka banyak pula yang bisa kidadapatkan manfaatnya seperti yang di kemukkakan oleh (Depdiknas. 1997; Soenarya, E. 2000; Depdiknas, 2001) antara lain:
1      Dapat digunakan sebagai standar aktivitas atau pekerjaan pemimpin dan anggota dalam suatu lembaga pendidikan. Dalam membuat suatu perencanaan, hal ini sudah menjadi standar yang berarti semua aktivitas kegiatan harus berdasarkan pada perencanaan yang telah di buat.
2.    Dapat dijadikan sebagai media pemilihan berbagai alternative strategi penyelesaian yang terbaik bagi upaya pencapaian tujuan pendidikan. Manfaat perencanaan pendidikan juga untuk mempersiapkan berbagai alternatif dari rencana serangkaian kegiatan apabila terdapat kesalahan yang tidak dikehendaki sehingga dapat di minimalisir dengan cepat dan tepat dengan menggunakan alternatif yang telah disiapkan.
3.     Dapat bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas kelembagaan baik yang menyangkut sasaran yang akan dicapai maupun proses kegiatan layanan pendidikan.
4.    Dapat mengefisiensikan dan mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber daya organisasi atau lembaga pendidikan. Dari pemanfaatan sumberdaya perencanaan pendidikan juga menganalisis pemanfaatan sumberdaya yang dibutuhkan dengan seefisien dan seefektif mungkin untuk menghindari penggunaan sumberdaya yang berlebihan.
5.    Dapat membantu pimpinan dan para anggota (warga sekolah) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan atau dinamika perubahan sosial-budaya. Dengan dilakukan perencanaan pendidikan semua pihak yang terkait didalamnya seperti warga sekolah diharapakan ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan perenacanaan pendidikan sesuai dengan posisinya masing-masing.
6.    Dapat dijadikan sebagai media atau alat  untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak atau lembaga pendidikan yang terkait, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui perencanaan pendidikan yang telah menjadi tujuan bersama maka perencanaan pendidikan dapat dijadikan sebagai alat berkoordinasi dalam melaksanakan tugas bagian masing-masing
7.    Dapat dijadikan sebagai media untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak efisien atau tidak pasti. Salah satu resiko dari pelaksanaan perencanaan pendidikan terjadinya pekerjaan yang tidak efisien, melalui perencanaan pendidikan dapat di antisipasi pekerjaan yang tidak efisien mealaui perencanaan yang baik

DAFTAR PUSTAKA
Kurniadi, D. dan Machali, Imam. 2012. Perencanaan Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Sa’ud, U. S. dan Makmun, A. S.  2005. Perencanaan Pendidikan, Suatu Pendekatan Komperhensif. Bandung: Rosdakarya.
Fatah, Nanang. 2001. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sunarya, E. 2000. Fungsi perencanaan pendidikan. (online), file:///D:/TUGAS%20KULIAH/SEMERTER%202/perencanaan%20pendidikan/browsing/5-fungsi-perencanaan-pendidikan.html  Diakses:  24 januari 2014.


Tuesday, January 28, 2014

PERENCANAAN PENDIDIKAN


pengarang: ridzal eko sopi'i
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Perencanaan pendidikan merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi berlangsungnya pendidikan. dengan perencanaan maka dapat kita jalankan dengan baik khususnya di suatu pendidikan untuk kedepanya. baik akademik maupun non-akademik, di samping itu sebuah perencanaan dalam pendidikan harus bersifat fleksibel dengan kurun waktu yang semakin lama semakin maju.
Untuk itu dalam sebuah perencanaan yang lebih lanjut maka kita perlu mengenali sebuah perencanaan baik berupa metode-metode untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik dan untuk bisa di terapkan ke dalam pendidikan maupun tahapan-tahapan proses perencanaan.
B.   Rumusan Masalah
a.                 Apakah perencanaan itu?
b.                Apa saja tahapan-tahapan untuk membuat perencanaan?
c.                 Bagaimana sistem pendidikan sebagai dasar metodologi perencanaan?
d.                Metodologi apa saja dalam perencanaan pendidikan?
e.                 Karakteristik apa saja untuk perencanaan pendidikan?
f.                 Apa manfaat menggunakan metode saat penyusunan sebuah rencana?

C.   Tujuan
a.                 Mengerti perencanaan pendidikan
b.                Mengetahui metodologi perencanaan pendidikan
c.                 Memahami cara membuat perencanaan pendidikan
d.                Memngetahhui manfaat perencanaan pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian perencanaan

Perencanaan adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan di laksanakan pada masa akan dating untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan (Gaffar, 1987 ). Perencanaan itu dapat pula di beri arti sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depansesuai yang telah di tentukan.menurud Bintoro perencanaan dalam arti luas adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan di lakukan untuk mencapai tujuan tertentu (Bintoro Tjokroamidjojo, 1977).
Selain itu perencanaan juga bisa untuk mempermudah mengevaluasi sebuah kegiatan khususnya dalam pendidikan, dan untuk mengambil sebuah keputusan kedepanya. dan dapat kita bayangkan sebuah kegiatan yang di depanya tanpa ada sebuah perencanaan.
Dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Pendidikan adalah kegiatan pembuatan dan pengembangan suatu rencana-rencana yang akan dilakukan dalam sebuah subtansi pendidikan agar pendidikan tersebut berjalan dengan efektif dan efisien.

B.   Tahapan-tahapan dalam proses perencanaan

Dalam kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistimatik sequensial, karena itu dalam kegiatan menyusun perencanaan dan pelaksanaan perencanaan memerlukan tahapan-tahapan yang sesuai denagn karakteristik perencanaan yang sedang di kembangkan (Banghart, 1973) :
a.         Proloque pendahuluan atau langkah persiapan untuk memulaiya suaatu kegiatan perencanaan.
b.         Identiflying educational planning problems yang menyangkup:
-                      Menentukan ruang lingkup perencanaan,
-                      Mengkaji apa yang telah di laksanakan,
-                      Membandingkan apa yang telah di capai dan apa yang harus di capai,
-                      Sumber-sumber daya yang tersedia dan keterbatasannya,
-                      Mengembangkan bagian-bagian perencanaan dan prioritas perencanaan.
c.         Analizing planning problem area yaitu mengkaji permasalahan perencanaan yang mencangkup: a) mengkaji permasalahan dan sub permasalahan, b) pengumpulan data tabulating data atau tabulasi data, c) for casting atau proyeksi.
d.         Coceptualizinging and designing palns, mengembangkan rencana yang mencangkup: a)indentifikasi kecenderungan-kecenderuang yang ada, b) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, c) meyusun rencana.
e.         Evaluating  plan menilai rencana yang telah di susun tersebut yang mencangkup: a) simulasi rencana, b) evaluasi rencana, c) memilih rencana.
f.          Specifying the plan menguraikan  rencana yang menyangkup a) problem formulatin merumuskan masalah, b) reporting results menyusun hasil rumusan dalam bentuk  fianl plan draf atau rencana akhir.
g.         Implementing the plan melaksanakan rencana yang mencangkup: a) persiapan rencana oprasional, b) persetujuan dan pengesahan rencana, c) mengatur aparat organisasi.
h.         Plan feedback,  balikan pelaksanaan rencana yang mencangkup: a) memantau pelaksanaan perencanaan, b) evaluasi pelaksanaan perencanaan, c) mengadakan penyesuaian, mengadakan perubahan rencana atau merancang apa yang perlu di rancang lagi bagaimana perancangannya, dan oleh siapa.
Berdasarkan tahapan dalam proses perencanaan di atas dapat kita simpulkan bahwa proses perencanaan terdiri dari beberapa komponen utama yag esensial yang secara prinsip tidak dapat di tinggalkan.
a.         Kajian terhadap hasil perencanaan pembangunan pendidikan periode sebelumnya sebagai titik berangkat perencanaan.
b.         Rumusan tentang tujuan umum perencanaan pendidikan yang merupakan arah yang harus dapat di jadikan titik tumpu kegiatan perencanaan.
c.         Rumusan kebijakan atau polisi yang kemudian yang di jabarkan ke dalam strategi dasar perencanaan yang merupakan respon terhadap cara mewujudkan yang di tentukan.
d.         Pengembangan program dan proyek sebagai oprasionalisasi prioritas yang di tetapkan.
e.         Schenduling dalam arti mengatur menemukan dua aspek yaitu ke seluruh program dan prioritas secara teratur yang cermat karena penjadwalan ini secara makro mempunyai arti tersediri yang sangat strategis bagi keseluruhan pelaksaaan rencana.
f.          Evaluasi dan revisi yang nerupakan kegiatan evaluasi untuk menentukan tingkat keberhasilan dan kegiatan untuk mengadakan penyesuaian terhadap tuntutan baru yang berkembang.

C.   Sistem pendidikan sebagai dasar penerapan metodologi perencanaan pendidikan

System pendidikan yang berlaku adalah organized effort yang sudah melembaga yang berperan sebagai asset dalam kegiatan pembangunan pendidikan. kedudukan sitem sebagai planning mechanism and planning basis mempunyai arti lain bila di tinjau dari segi metodologi. Penerapan metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk kepada kerja sitem yang ada.
Struktur sitem pendidikan nasinal terdiri dari berbagai jenjang yang menyangkut jenjang pertama  atau elementary education, jenjang kedua di sebut secondary education, dan jenjang ke tiga tertiary education.




D.   Metodologi perencanaan dalam pendidikan

Metodologi dapat didefiisikan sebagai serangkaian proses kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan sesuai dengan yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu. Tahapan proses perencanaan tersebut pada dasarnya terdiri dari empat komponen. Pertama, environmental (lingkungan), baik lingkungan internal (internal environment) maupun eksternal (external environment). Pada tahap ini, hal yang dilakukan adalah pengumpulan dan pemrosesan data. Kelengkapan data dalam perencanaan sangat penting.
Kedua, perumusan yang merupakan tahap evaluasi dari keseluruhan tahap proses perencanaan yang kemudian dievaluasi dan direvisi kembali. Hasil evaluasi dan revisi ini mencadi bagian dari awal tahapan dalam merumuskan perencanaan kembali. Perencanaan dalam pendidikan dilaksanakan secara terorganisasi, berkelanjutan, dan bersistem. Melalui perencanaan yang bersistem, segala kegiatan perencanaan pendidikan akan terwujud dengan baik. Oleh karena itu, kedudukan sistem sebagai mekanisme perencanaan dan dasar perencanaan mempunyai arti penting bagi penerapan metodologi perencanaan. Metodologi perencanaan pendidikan harus merujuk pada sistem kerja pendidikan yang ada. Jika sistem kerja tidak menunjang, penerapan metodologi akan mengalami hambatan. Kedudukan sistem dalam pembangunan pendidikan nasional merupakan konsensus. Konsensus sendiri merupakan kesepakatan yang disetujui bersama-sama antarkelompok atau individu setelah adanya penelitian, dan karenanya mempunyai arti sangat penting.

E.   Karakteristik data yang di perlukan untuk perencanaan pendidikan

Karakteristik data ini yang khususnya sesuai dengan sifat rencana pendidikan yang multi disiplinair adalah sebagai berikut:
a.     Kependudukan: mencangkup struktur penduduk, dietribusi penduduk menurut daerah, pertumbhan penduduk, populasi usia sekolah yang ada di dalam sistempersekolahan dan di luar persekolahan, dan struktur angkatan kerja berdasarkan kategori kerja dan pendidikan.
b.    Data ekonomi: mencangkup anggaran pendapatan dan belaja negara, GNP, Revenue sources, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi pertahun serta jumplah dan kecenderungan investasi terhadap pendidikan.
c.     Keijakan nasional yang meruakan keputusan politik: mencangkup falsafah dan tujuan nasional, keputusan dan legislative negara yang harus menjadi pegangan upaya pembangunan untuk seluruh sector, dan falsafah dan tujuan nasional, keputusan bandan legislatif negara yang harus menjadi pegangan upaya pembangunan untuk seluruh sector falsafah pendidikan yang di anut.
d.    Data kependidikan: mencangkup enrollment untuk setiap jenjang dan jenis, personel pendidikan yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan,lulusan dls.
e.     Data ketenagakerjaan mencangkup jumplah man power yang di perlukan oleh setiap factor pembangunandan kemampuan pasaran kerja dalam tahapan lulusan yang untuk memberikan lulusan yang baik.

F.    Pentingnya perencanaan

Dengan banyaknya perencanaan pendidikan maka banyak pula yang bisa kidadapatkan manfaatnya seperti yang di kemukkakan oleh (Depdiknas. 1997; Soenarya, E. 2000; Depdiknas, 2001) antara lain:
1    Dapat digunakan sebagai standar aktivitas atau pekerjaan pemimpin dan anggota dalam suatu lembaga pendidikan. Dalam membuat suatu perencanaan, hal ini sudah menjadi standar yang berarti semua aktivitas kegiatan harus berdasarkan pada perencanaan yang telah di buat.
2.              Dapat dijadikan sebagai media pemilihan berbagai alternative strategi penyelesaian yang terbaik bagi upaya pencapaian tujuan pendidikan. Manfaat perencanaan pendidikan juga untuk mempersiapkan berbagai alternatif dari rencana serangkaian kegiatan apabila terdapat kesalahan yang tidak dikehendaki sehingga dapat di minimalisir dengan cepat dan tepat dengan menggunakan alternatif yang telah disiapkan.
3.     Dapat bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas kelembagaan baik yang menyangkut sasaran yang akan dicapai maupun proses kegiatan layanan pendidikan.
4.  Dapat mengefisiensikan dan mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber daya organisasi atau lembaga pendidikan. Dari pemanfaatan sumberdaya perencanaan pendidikan juga menganalisis pemanfaatan sumberdaya yang dibutuhkan dengan seefisien dan seefektif mungkin untuk menghindari penggunaan sumberdaya yang berlebihan.
5.  Dapat membantu pimpinan dan para anggota (warga sekolah) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan atau dinamika perubahan sosial-budaya. Dengan dilakukan perencanaan pendidikan semua pihak yang terkait didalamnya seperti warga sekolah diharapakan ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan perenacanaan pendidikan sesuai dengan posisinya masing-masing.
6.              Dapat dijadikan sebagai media atau alat  untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak atau lembaga pendidikan yang terkait, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui perencanaan pendidikan yang telah menjadi tujuan bersama maka perencanaan pendidikan dapat dijadikan sebagai alat berkoordinasi dalam melaksanakan tugas bagian masing-masing
7.              Dapat dijadikan sebagai media untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak efisien atau tidak pasti. Salah satu resiko dari pelaksanaan perencanaan pendidikan terjadinya pekerjaan yang tidak efisien, melalui perencanaan pendidikan dapat di antisipasi pekerjaan yang tidak efisien mealaui perencanaan yang baik.


DAFTAR PUSTAKA
Kurniadi, D. dan Machali, Imam. 2012. Perencanaan Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Sa’ud, U. S. dan Makmun, A. S.  2005. Perencanaan Pendidikan, Suatu Pendekatan Komperhensif. Bandung: Rosdakarya.
Fatah, Nanang. 2001. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sunarya, E. 2000. Fungsi perencanaan pendidikan. (online), file:///D:/TUGAS%20KULIAH/SEMERTER%202/perencanaan%20pendidikan/browsing/5-fungsi-perencanaan-pendidikan.html  Diakses:  24 januari 2014.


 

Sample text

Sample Text

Sample Text