pengarang: ridzal eko sopi'i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sekolah
merupakan organisasi pendidikan yang berdiri di tengah-tengah
lingkungan
masyarakat. Kegiatan dan program sekolah juga dipengaruhi oleh lingkungannya.
Dalam melaksanakan programnya, sekolah sering mengikutsertakan masyarakat.
Tentu dengan begitu sekolah yang juga sebagai anggota masyarakat harus
melakukan hubungan dengan masyarakat, seperti bentuk kerjasama. Istilah
hubungan sekolah dan masyarakat sering disebut “Humas”.
Kerjasama antara sekolah dan masyarakat
dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya, dan untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya. Ada suatu kebutuhan antara
keduanya, baik dilihat dari segi edukatif maupun segi psikologi. Hubungan
antara sekolah dan masyarakat lebih dibutuhkan Karena adanya kecenderungan
perubahan dalam pendidikan yang mempengaruhi perkembangan pribadi dan sosial
anak melalui pengalaman-pengalaman anak di bawah bimbingan guru, baik di luar
maupun di dalam sekolah.
Perubahan dalam pendidikan ini mengharuskan
sekolah mengintegrasikan diri dengan masyarakat. Maka, memajukan hubungan
sekolah dengan masyarakat merupakan hal yang penting karena keduanya merupakan
kesatuan yang saling membutuhkan dan mengisi. Karena itu hubungan antara
sekolah dan masyarakat harus dibangun, dibina, dan dipelihara agar terjadi
hubungan yang harmonis serta partisipasi positif dari masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian hubungan sekolah dan masyarakat?
2.
Apa tujuan hubungan sekolah dan masyarakat?
3.
Apa pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat?
4.
Bagaimana peranan pendapat umun terhadap
sekolah-sekolah?
5.
Apa saja unsur-unsur terlibat dalam hubungan sekolah
dan masyarakat?
6.
Bagaimana prinsip-prinsip hubungan sekolah dan
masyarakat?
7.
Bagaimana teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat?
1.3 Tujuan Penulisan
- Mengetahui pengertian hubungan sekolah dan masyarakat.
- Mengetahui tujuan hubungan sekolah dan masyarakat.
- Mengetahui pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat.
- Mengetahui peranan pendapat umun terhadap sekolah-sekolah.
- Mengetahui unsur-unsur terlibat dalam hubungan sekolah dan masyarakat.
- Mengetahui prinsip-prinsip hubungan sekolah dan masyarakat.
- Mengetahui teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan
masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan maasyarakat dengan
maksud meningkatkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan praktek
pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama warga dalam usaha memperbaiki
sekolah.
Dengan adanya hubungan
sekolah dengan masyarakat sekolah dapat mengetahui sumber-sumber yang ada dalam
masyarakat untuk kemudian didayagunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan
sekolah. Di pihak lain masyarakat juga mengambil manfaat dengan turut mengenyam dan menyerap kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang di capai oleh sekolah.
2.2 Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Sekolah dan masyarakat
memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan
secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian
tujuan atau pemenuhan kebutuhan maspendidikan secara efektif dan efisien.
Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan
kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah
berkewajiban untuk memberi penerangan tentang tujuan-tujuan,
program-program,kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Sebaliknya, sekolah juga
harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat,
terutama terhadap sekolah. Dengan perkataan lain, antara sekolah dan masyarakat
harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
Elsbree menggariskan
tujuan tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Untuk memajukan kualitas belajar dan
pertumbuhan anak.
2. Untuk memperkokoh tujuan
dan memajikan kualitas
penghidupan masyarakat.
3.
Untuk
mengembangkan antusianisme atau semangat dalam membantu kegiatan hubungan
sekolah dengan masyarakat.
Ditinjau dari kepentingan
sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan
untuk:
1. Memelihara
kelangsungan hidup sekolah.
2.
Meningkatkan mutu pendidikan disekolah yang bersangkutan.
3.
Memperlancar
proses belajar mengajar
4.
Memperoleh
dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan
pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan
ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan
sekolah adalah untuk:
1.
Memajukan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang mental spiritual.
2.
Memperoleh
bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh
masyarakat.
3.
Menjamin
relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4. Memperoleh kembali
anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Secara lebih konkret
lagi, tujuan diselenggarakannya hubungan masyarakat dan sekolah adalah untuk :
1. Mengenalkan pentingnya
sekolah bagi masyarakat.
2. Mendapatkan dukungan dan
bantuan moral mauppun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
3. Memberikan informasi
kepada masyarakat tentang inti dan pelaksanaan program sekolah.
4. Memperkaya atau
memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
5. Mengembangkan kerja sama
yang lebih erat antara keluarga dan
sekolah dalam mendidik anak-anak .
Untuk merelasikan tujuan
tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam menarik simpati
masyarakat terhadap sekolah dan menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah
dan masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan memberitahu
dengan masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah
dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga
masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
Kepala sekolah yang baik
merupakan salah satu kunci untuk bisa menciptakan hubungan yang baik antara
sekolah dan masyarakat secara efektif karena harus menaruh perhatian tentang
apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan oleh
orang tua tentang sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha
membina dan meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dan
masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien. Hubungan yang
harmonis ini akan membentuk:
1. Saling pengertian antara
sekolah, orang tua, masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang ada di masyarakat,
termasuk dunia kerja.
2. Saling membantu antara
sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat, arti, dan pentingnya peranan
masing-masing.
3.
Kerja
sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada di
masyarakat dan mereka merasa ikut
bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah.
Di dalam masyarakat ada
sumberdaya manusia dan sumber daya non manusia. Dari kedua sumber daya itu,
sekolah dapat memilih dan memanfaatkannya untuk program pendidikan sekolah.
Bilamana sekolah itu
berhasil memanfaatkannya secara maksimal, maka hasil belajar anak akan lebih
baik. Dengan demikian potensi anak akan bertumbuh dan berkembang secara
maksimal. Pengaruh yang lebih jauh dari perkembangan anak tersebut adalah
tujuan pendidikan sekolah akan tercapai dengan meyakinkan. Hal ini berarti
bahwa tamatan (output) sekolah secara langsung akan ikut serta dalam memajukan
penghidupan dan kehidupan masyarakat.
Bilamana sekolah itu
secara terus menerus menghasilkan manusia yang berkualitas, maka masyarakat
akan menghargai sekolah itu. Selanjutnya mereka akan bergairah untuk membantu
program sekolah.
Kesimpulan dari uraian di
atas bahwa ada hubungan timbal balik (two way traffic) antar sekolah dan
masyarakat. Hal ini perlu dipelihara dan dikembangkan secara terus menerus.
2.3
Pentingnya Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Ada
dua kepentingan dalam manajemen pendidikan:
1. Kepentingan
Sekolah
Kepentingan
sekolah dapat dilihat dari pemberian informasi dari pihak sekolah kepada
masyarakat, sehingga masyarakat membentuk opini tersendiri terhadap sekolah.
Kepentingan lain agar sekolah dapat mengerti berbagai sumber yang ada dalam
masyarakat yang dapat didayagunakan untuk kepentingan belajar mengajar dan usaha
pendidikan pada umumnya.
2.
Kepentingan Masyarakat
Dilihat
dari segi kepentingan masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa masyarakat dapat
mengambil manfaat dan menyerap hasil-hasil pemikiran
dan perkembangan pengetahuan dan teknologi
yang berguna bagi masyarakat itu sendiri. Pengertian, penerimaan dan pemahaman masyarakat
akan membentuk persepsi masyarakat terhadap sekolah.
Pentignya hubungan sekolah dan
masyarakat dapat pula dikaitkan dengan semakin banyaknya isu yang berupa
kritik-kritik dari masyarakat tentang tidak sesuainya produk sekolah dengan
kebutuhan pembangunan, bahwa lulusan sekolah merupakan produk yang tidak siap
pakai, semakin membengkaknya jumlah anak putus sekolah, banyaknya pengangguran,
dan sebagainya. Meskipun hal-hal tersebut merupakan masalah yang kompleks, dan
untuk memecahkan masalah-masalah itu bukan semata-mata merupakan tanggung jawab
sekolah, dengan meningkatkan keefektifan hubungan sekolah dan masyarakat
beberapa maslah tersebut dapat dikurangi.
2.4 Peranan Pendapat Umum terhadap
Sekolah
Bantuan dari masyarakat
itu tergantung pada bagaimana sekolah itu dapat membentuk “public opinion” atau
pendapat umum yang baik tentang sekolah dari masyarakat. Pendapat umum ini akan
baik terhadap sekolah bila sekolah itu dapat menciptakan suasana hubungan
dengan masyarakat dengan baik.
Menciptakan suasana
hubungan masyarakat dengan baik itu tidak mudah, karena pada satu pihak kepala
sekolah harus dapat menyusun program sekolah yang tepat, program yang menampung
garis “policy” yang jelas, yang dapat memberi penjelasan kepada masyarakat
tentang filsafat sekolah dan pelaksaaan kegiatan pendidikan dan pengajaran yang
baik. Pada pihak lain, masyarakat itu terdiri dari bermacam-macam publik.
(publik=khalayak ramai yang terdiri sejumlah orang yang mempunyai suatu minat sama terhadap sesuatu
persoalan tertentu) karena tiap-tiap publik mempunyai minat-minat yang
berbeda-beda, maka penafsiran dari tiap-tiap publik yang berupa penilaian dan
pendapat pada sekolah itu akan berbeda-beda pula.
Untuk membentuk “public
opinion” haruslah memperhitungkan apa yang menggerakkan pikiran manusia itu.
Umumnya yang mengarahkan pikiran
manusia itu antara lain tradisi, adat yang telah lama ditanamkan sejak kecil
dalam lingkungannya dan keyakinan serta sistem nilai-nilai yang dikembangkan
dalam lingkungannya.
“Public opinion” yang diartikan “as any wide
spread believe or consensus arrived at by members of one or more groups”
(Leslie W. Indred, 1967 : 15) dapat dibentk oleh “mass communication” dengan
media seperti radio, majalah, gambar hidup, televisi dan sebagainya.
Disamping itu percakapan
secara “face-to-face” adalah merupakan kunci dalam membentuk “public opinion”.
Percakapan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dan yang menimbulkan
perasaan bahagia dapat dikembangkan dan disebarluaskan oleh orang itu, sehingga
merupakan “public opinion” yang luas dalam masyarakat. Proses perkembangan
“public opinion” itu mungkin melalui debat, diskusi atau percakapan secara
pribadi.
Bila mereka sudah
bereaksi dengan bentuk-bentuk manifestasi “consensus” mereka, maka ini berarti,
bahwa mereka telah menerima dan menyetujui ide-ide dan syarat-syaratnya.
Disinilah fungsi dan
peranan “public opinion” yang baik dapat mempengaruhi kualitas hubungan antara
sekolah dan masyarakat dan dapat membentuk pengertian yang baik pada masyarakat
terhadap sekolah sambil mendorongnya untuk dapat berpartisipasi dalam memajukan
program pendidikan sekolah serta memberi bantuan kepadanya. Oleh karena itu
kepala sekolah hendaknya membentuk suatu badan yang bertugas untuk memelihara
dan meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Dengan demikian
tugas-tugas itu tidak akan ditangani secara insidentil, tetapi memerlukan
penyediaan waktu tersendiri untuk melakukan program tentang hubungan antara
sekolah dan masyarakat itu.
2.5 Unsur-Unsur Terlibat dalam
Hubungan Sekolah dan
Masyarakat
Adapun
sumber-sumber yang dapat menjadikan hubungan sekolah dengan masyarakat itu
antara lain:
1.
Sekolah
Sekolah
sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakatyang diserahi
kewajiban pemberian pendidikan. Haluan tersebut tercermin di dalam falsafah dan
tujuan, penjenjangan, kurikulum, pengadministrasian, dan pengelolaan.
Sekolah
merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat
oleh karena itu segala bentuk tujuan sekolah kesemuanya mesti di arahkan kepada
pembentukan corak pribadi dan kemampuan warga masyarakat sebagaimana yang
menjadi target atau sasaran pendidikan di masyarakat bersangkutan.
2.
Orangtua Murid
Hubungan
antara sekolah dan orangtua murid hendaknya dibawa ke dalam hubungan yang
konstruktif dengan program sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas dari
hubungannya dengan sekolah. Oleh karena itulah hubungan antara keduanya
hendaknya dibimbing lebih simpatik dan ini merupakan tugas kepala sekolah.
3.
Murid dan Guru
Murid
adalah unsur sekolah yang snagat penting. Guru tanpa ada murid maka sekolah
tidak aka nada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga ynag
memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan dari persekolahan dengan perantara
guru.
Tugas
guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuannya kepada anak didik saja kan
tetapi juga harus memperhatikan tingkah laku/ perbuatan, pergaulan, dan segala
sesuatu yang berhubungan dengan murid.
Dalam
saat-saat yang memungkinkan guru hendaknya ringan tangan untuk mengadakan “home
visit” untuk mengetahu masalah-masalah
yang dihadapi murid dan demi keakraban antara guru dan orangtua agar pendidikan
dapat berjalan dengan baik dan dapat diharapkan hasilnya.
2.6 Prinsip-prinsip
Hubungan Sekolah dan
Masyarakat
Untuk mencapai tujuan
kerjasama sekolah dengan masyarakat ada beberapa prinsip sebagai pedoman untuk
melaksanakannya, yaitu yang dikemukakan Elsbree.
1.
Ketahuilah
apa yang diyakini
Dalam hal ini, merupakan
tugas kepala sekolah untuk mengembangkan filsafat pendidikan yang menjadi dasar
dan tujuan pendidikan di sekolah, agar guru-guru dan staf tata usaha tahu apa
yang harus dikerjakan dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.
2.
Melaksanakan
program pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan masyarakat.
Maksudnya untuk mencapai
kerjasama dan memperoleh bantuan dari masyarakat buatlah program belajar bagi
anak-anak sebaik mungkin. Dan sekolah hendaknya melayani setiap orang yang
datang ke sekolah dengan bersahabat.
3.
Mengetahui
masyarakat sekitar.
Masyarakat sekolah
hendaknya mengetahui benar-benar keadaan masyarakat di daerah itu, baik sifat maupun
masalahnya maupun sumber-sumber yang ada dalam masyarakat tersebut, karena hal
ini adalah penting bagi hubungan sekolah dan masyarakat.
4.
Bahan-bahan
dokumen.
Dalam mempelajari keadaan
masyarakat dapat melalui dokumen dari
sumber-sumber seperti
kantor sensus, lembaga-lembaga ilmiah dan sebagainya.
5.
Keanggotaan
dalam organisasi masyarakat.
Banyak faedah dan tujuan
dan tujuan yang akan diperoleh dari sekolah tidak hanya mengetahui dari luar
tetapi juga dari dalam dengan jalan menjadi anggota dari organisasi kepemudaan
kebudayaan dan sebagainya.
6.
Mengadakan
kunjungan ke rumah.
Dengan melakukan
kunjungan kerumah orang tua murid, guru akan memperoleh informasi tentang perkembangan anak
maupun tentang masyarakat di daerah tersebut.
7.
Melayani
masyarakat di daerah sekitar sekolah.
Sekolah melayani
anak-anak dari masyarakat melalui pendidikan dan pengajaran, tetapi sekolah akan menjadi
lebih baik jika dijadikan pusat kegiataan masyarakat. Misalnya pada suatu
sekolah ada perpustakaan untuk masyarakat, tempat pertemuan dan sebagainya.
Pengaturan kegiatan tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan bersama.
8.
Doronglah
masyarakat untuk melayani sekolah.
Ada beberapa prinsip
penggunaan masyarakat untuk mencpai atau melayani sekolah yaitu:
1.
Adakan
hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh dalam masyarakat yang dapat memberikan
bantuan berupa materi, tenaga dan waktu demi kepentingan sekolah.
2.
Mohon
bantuan pada pendidik dalam masyarakat untuk melayani sekolah.
3.
Memajukan
program belajar anak-anak dan tingkatan mutu belajar melalui kemampuan dan
pelayanan tokoh-tokoh masyarakat tapi pelaksanaan program tersebut hendaknya
direncanakan dan diatur dengan baik.
2.7 Teknik-Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Cara untuk menggambarkan
keadaan sekolah kepada masyarakat ada beberapa cara atau metode. Dengan
gambaran tersebut diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara sekolah
dengan masyarakat. Drs. Soekarto Indrafahrudi mengungkapkan 11 teknik yang
dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui
oleh masyarakat.
Teknik-teknik tersebut antara
lain:
1.
Laporan
Kepada Orangtua Murid
Laporan yang diberikan
oleh sekolah kepada masyarakat berisi laporan tentang kemajuan anak, aktivitas anak di
sekolah, kegiatan sekolah sendiri dan segala sesuatu yang terjadi sekolah
sehubungan dengan pendidikan anak.
2.
Bulletin
Bulanan.
Bulletin Bulanan dapat
diusahakan oleh guru, staf sekolah dan para orangtua yang dapat diterbitkan
datu bulan sekali. Bahkan dapat juga melibatkan murid, sambil memberikan
latihan dan membentuk kader dari pihak murid.
3.
Penerbitan
Surat Kabar.
Apabila dimungkinkan,
sekolah dapat menerbitkan surat kabar sekolah. Isinya menyangkut segala aspek
yang menunjang kesuksesan program pendidikan. Artikel-artikel yang dimuat pun
harus yang berkaitan dengan dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang
dipelajari anak didik. Berita-berita yang dimuat hendaknya juga berita-berita
yang memiliki nilai didik.
“The twenty Eight Years
Book of American Associatain of School Administration” menyarankan 10 masalah
yang hendaknya dimasukkan dalam surat kabar sekolah:
1.
Kemajuan
dan kesejahteraan murid.
2.
Program
pembelajaran murid.
3.
Pelayanan
bimbingan dan penyuluhan.
4.
Tata-tertib
dan kehadiran di sekolah.
5.
Tenaga
yang bekerja di sekolah.
6.
Anggota
staf sekolah dan alumni.
7.
Program
pengadaan dan pemeliharaan rumah sekolah.
8.
Biaya
dan sistem administrasi sekolah.
9.
Perkumpulan
orang tua murid dan guru.
10. Aktivitas murid.
4.
Pameran
Sekolah
Pameran sekolah merupakan
metode yang sangat efektif untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah
dengan berbagai hasil aktivitasnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung
dengan mengunjungi pameran tersebut.
5.
Open
House
“Open House” merupakan
suatu metode mempersilakan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta
mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru yang diadakan pada waktu
yang telah terjadwal.
6.
Kunjungan
ke Sekolah (“School Visitation”)
Kunjungan orantua murid
ke sekolah pada saat pelajarn berlangsung yang dimaksudkan agar para orangtua
melihat anak-anaknya dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu juga
dapat mengadakan diskusi untuk memecahkan masalah yang timbul menerut pandangan
orantua.
7.
Kunjungan
ke rumah murid
Kunjungan ke rumah murid
dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan murid di rumah. kunjungan ke rumah
orangtua murid harus direncanakan dan harus mengemban policy sekolah.
8.
Melalui
Penjelasan Oleh Staf Sekolah
Kepala sekolah hendajnya
berusaha agar semua personal sekolah turut aktif mengambil bagian dalam menyukseskan
program hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personal sekolah dapat
memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang policy sekolah, organisasi
sekolah dan semua kegiatan sekolah.
9.
Gambaran
Keadaan Sekolah melalui murid
Murid dapat juga didorong
untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan
sampai murid menyebarkan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada
masyarakat.
10. Melalui Radio dan Televisi
Radio dan televisi
memiliki daya kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio
dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion” yang sangat dibutuhkan
dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat ini. Melalui radio dan
televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah.
Sekolah dapat juga menyampaikan berita dan pengumuman-pengumuman tentang
penyelengaraan pendidikan.
11. Laporan Tahunan.
Laporan tahunan disusun
oleh kepala sekolah untuk diberikan kepada Penilik Sekolah atau kepada Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan yang membawahinya atau kepada atasan
langsungnya. Isi laporan tahuna tersebut antara lain mencakup kegiatan yang
telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi murid.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hubungan sekolah dengan
masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat
dengan maksud meningkatkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan
praktek pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama warga dalam usaha
memperbaiki sekolah.
Hubungan
sekolah dan masyarakat merupakan hal penting. Karena dengan adanya hubungan sekolah
dengan masyarakat sekolah dapat mengetahui sumber-sumber yang ada dalam masyarakat
untuk kemudian didayagunakan
untuk kepentingan kemajuan pendidikan sekolah. Oleh karena itu hubungan
sekolah dan masyarakat perlu dibangun, dibina, dan dipelihara yang merupakan
jembatan saling pengertian, agar terjadi hubungan yang harmonis serta
partisipasi positif dari masyarakat.
DAFTAR
RUJUKAN
Mulyono.
2008. Manajemen Administrasi &
Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Purwanto,
Ngalim. 1990. Administrasi dan Supervisi
Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soetopo,
H & Sumanto, W. 1982. Pengantar
Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Suharno. Manajemen Pendidikan. Surakarta: LPP dan UNS Press.
Tim dosen
AP FIP IKIP Malang. 1989. Administrasi
Pendidikan. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Wijono.
1989. Administrasi dan Supervisi
Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti P2LPTK.
No comments:
Post a Comment