Social Icons

Pages

Saturday, November 23, 2013

hubungan masyarakat dengan sekolah



pengarang: ridzal eko sopi'i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sekolah merupakan organisasi pendidikan yang berdiri di tengah-tengah
lingkungan masyarakat. Kegiatan dan program sekolah juga dipengaruhi oleh lingkungannya. Dalam melaksanakan programnya, sekolah sering mengikutsertakan masyarakat. Tentu dengan begitu sekolah yang juga sebagai anggota masyarakat harus melakukan hubungan dengan masyarakat, seperti bentuk kerjasama. Istilah hubungan sekolah dan masyarakat sering disebut “Humas”.
       Kerjasama antara sekolah dan masyarakat dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya, dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya. Ada suatu kebutuhan antara keduanya, baik dilihat dari segi edukatif maupun segi psikologi. Hubungan antara sekolah dan masyarakat lebih dibutuhkan Karena adanya kecenderungan perubahan dalam pendidikan yang mempengaruhi perkembangan pribadi dan sosial anak melalui pengalaman-pengalaman anak di bawah bimbingan guru, baik di luar maupun di dalam sekolah.
       Perubahan dalam pendidikan ini mengharuskan sekolah mengintegrasikan diri dengan masyarakat. Maka, memajukan hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan hal yang penting karena keduanya merupakan kesatuan yang saling membutuhkan dan mengisi. Karena itu hubungan antara sekolah dan masyarakat harus dibangun, dibina, dan dipelihara agar terjadi hubungan yang harmonis serta partisipasi positif dari masyarakat.

1.2  Rumusan Masalah
1.        Apa pengertian hubungan sekolah dan masyarakat?
2.                     Apa tujuan hubungan sekolah dan masyarakat?
3.                     Apa pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat?
4.                     Bagaimana peranan pendapat umun terhadap sekolah-sekolah?
5.                     Apa saja unsur-unsur terlibat dalam hubungan sekolah dan masyarakat?
6.                     Bagaimana prinsip-prinsip hubungan sekolah dan masyarakat?
7.                     Bagaimana teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat?

1.3  Tujuan Penulisan
  1. Mengetahui pengertian hubungan sekolah dan masyarakat.
  2. Mengetahui tujuan hubungan sekolah dan masyarakat.
  3. Mengetahui pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat.
  4. Mengetahui peranan pendapat umun terhadap sekolah-sekolah.
  5. Mengetahui unsur-unsur terlibat dalam hubungan sekolah dan masyarakat.
  6. Mengetahui prinsip-prinsip hubungan sekolah dan masyarakat.
  7. Mengetahui teknik-teknik hubungan sekolah dan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan maasyarakat dengan maksud meningkatkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama warga dalam usaha memperbaiki sekolah.
Dengan adanya hubungan sekolah dengan masyarakat sekolah dapat mengetahui sumber-sumber yang ada dalam masyarakat untuk kemudian didayagunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan sekolah. Di pihak lain masyarakat juga mengambil manfaat dengan turut mengenyam dan menyerap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di capai oleh sekolah.

2.2 Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan sekolah atau pendidikan secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan maspendidikan secara efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban untuk memberi penerangan tentang tujuan-tujuan, program-program,kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Sebaliknya, sekolah juga harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakat, terutama terhadap sekolah. Dengan perkataan lain, antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang harmonis.
Elsbree menggariskan tujuan tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memajukan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
2.      Untuk memperkokoh tujuan dan memajikan kualitas penghidupan masyarakat.
3.      Untuk mengembangkan antusianisme atau semangat dalam membantu kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Ditinjau dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat bertujuan untuk:
1.      Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
2.      Meningkatkan mutu pendidikan disekolah yang bersangkutan.
3.      Memperlancar proses belajar mengajar
4.      Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan sekolah adalah untuk:
1.      Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang mental spiritual.
2.      Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
3.      Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4.      Memperoleh kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakannya hubungan masyarakat dan sekolah adalah untuk :
1.      Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
2.      Mendapatkan dukungan dan bantuan moral mauppun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah.
3.      Memberikan informasi kepada masyarakat tentang inti dan pelaksanaan program sekolah.
4.      Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
5.      Mengembangkan kerja sama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak .
Untuk merelasikan tujuan tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam menarik simpati masyarakat terhadap sekolah dan menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat. Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan memberitahu dengan masyarakat mengenai program-program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedang dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
Kepala sekolah yang baik merupakan salah satu kunci untuk bisa menciptakan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat secara efektif karena harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan oleh orang tua tentang sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien. Hubungan yang harmonis ini akan membentuk:
1.      Saling pengertian antara sekolah, orang tua, masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang ada di masyarakat, termasuk dunia kerja.
2.      Saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat, arti, dan pentingnya peranan masing-masing.
3.                              Kerja sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada di
masyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah.
Di dalam masyarakat ada sumberdaya manusia dan sumber daya non manusia. Dari kedua sumber daya itu, sekolah dapat memilih dan memanfaatkannya untuk program pendidikan sekolah.
Bilamana sekolah itu berhasil memanfaatkannya secara maksimal, maka hasil belajar anak akan lebih baik. Dengan demikian potensi anak akan bertumbuh dan berkembang secara maksimal. Pengaruh yang lebih jauh dari perkembangan anak tersebut adalah tujuan pendidikan sekolah akan tercapai dengan meyakinkan. Hal ini berarti bahwa tamatan (output) sekolah secara langsung akan ikut serta dalam memajukan penghidupan dan kehidupan masyarakat.
Bilamana sekolah itu secara terus menerus menghasilkan manusia yang berkualitas, maka masyarakat akan menghargai sekolah itu. Selanjutnya mereka akan bergairah untuk membantu program sekolah.
Kesimpulan dari uraian di atas bahwa ada hubungan timbal balik (two way traffic) antar sekolah dan masyarakat. Hal ini perlu dipelihara dan dikembangkan secara terus menerus.

2.3 Pentingnya Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Ada dua kepentingan dalam manajemen pendidikan:
1.      Kepentingan Sekolah
Kepentingan sekolah dapat dilihat dari pemberian informasi dari pihak sekolah kepada masyarakat, sehingga masyarakat membentuk opini tersendiri terhadap sekolah. Kepentingan lain agar sekolah dapat mengerti berbagai sumber yang ada dalam masyarakat yang dapat didayagunakan untuk kepentingan belajar mengajar dan usaha pendidikan pada umumnya.

2.      Kepentingan Masyarakat
Dilihat dari segi kepentingan masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa masyarakat dapat mengambil manfaat dan menyerap hasil-hasil pemikiran dan perkembangan pengetahuan dan teknologi yang berguna bagi masyarakat itu sendiri. Pengertian, penerimaan dan pemahaman masyarakat akan membentuk persepsi masyarakat terhadap sekolah.

Pentignya hubungan sekolah dan masyarakat dapat pula dikaitkan dengan semakin banyaknya isu yang berupa kritik-kritik dari masyarakat tentang tidak sesuainya produk sekolah dengan kebutuhan pembangunan, bahwa lulusan sekolah merupakan produk yang tidak siap pakai, semakin membengkaknya jumlah anak putus sekolah, banyaknya pengangguran, dan sebagainya. Meskipun hal-hal tersebut merupakan masalah yang kompleks, dan untuk memecahkan masalah-masalah itu bukan semata-mata merupakan tanggung jawab sekolah, dengan meningkatkan keefektifan hubungan sekolah dan masyarakat beberapa maslah tersebut dapat dikurangi.


2.4 Peranan Pendapat Umum terhadap Sekolah
Bantuan dari masyarakat itu tergantung pada bagaimana sekolah itu dapat membentuk “public opinion” atau pendapat umum yang baik tentang sekolah dari masyarakat. Pendapat umum ini akan baik terhadap sekolah bila sekolah itu dapat menciptakan suasana hubungan dengan masyarakat dengan baik.
Menciptakan suasana hubungan masyarakat dengan baik itu tidak mudah, karena pada satu pihak kepala sekolah harus dapat menyusun program sekolah yang tepat, program yang menampung garis “policy” yang jelas, yang dapat memberi penjelasan kepada masyarakat tentang filsafat sekolah dan pelaksaaan kegiatan pendidikan dan pengajaran yang baik. Pada pihak lain, masyarakat itu terdiri dari bermacam-macam publik. (publik=khalayak ramai yang terdiri sejumlah orang yang  mempunyai suatu minat sama terhadap sesuatu persoalan tertentu) karena tiap-tiap publik mempunyai minat-minat yang berbeda-beda, maka penafsiran dari tiap-tiap publik yang berupa penilaian dan pendapat pada sekolah itu akan berbeda-beda pula.
Untuk membentuk “public opinion” haruslah memperhitungkan apa yang menggerakkan pikiran manusia itu. Umumnya yang mengarahkan pikiran manusia itu antara lain tradisi, adat yang telah lama ditanamkan sejak kecil dalam lingkungannya dan keyakinan serta sistem nilai-nilai yang dikembangkan dalam lingkungannya.
Public opinion” yang diartikan “as any wide spread believe or consensus arrived at by members of one or more groups” (Leslie W. Indred, 1967 : 15) dapat dibentk oleh “mass communication” dengan media seperti radio, majalah, gambar hidup, televisi dan sebagainya.
Disamping itu percakapan secara “face-to-face” adalah merupakan kunci dalam membentuk “public opinion”. Percakapan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dan yang menimbulkan perasaan bahagia dapat dikembangkan dan disebarluaskan oleh orang itu, sehingga merupakan “public opinion” yang luas dalam masyarakat. Proses perkembangan “public opinion” itu mungkin melalui debat, diskusi atau percakapan secara pribadi.
Bila mereka sudah bereaksi dengan bentuk-bentuk manifestasi “consensus” mereka, maka ini berarti, bahwa mereka telah menerima dan menyetujui ide-ide dan syarat-syaratnya.
Disinilah fungsi dan peranan “public opinion” yang baik dapat mempengaruhi kualitas hubungan antara sekolah dan masyarakat dan dapat membentuk pengertian yang baik pada masyarakat terhadap sekolah sambil mendorongnya untuk dapat berpartisipasi dalam memajukan program pendidikan sekolah serta memberi bantuan kepadanya. Oleh karena itu kepala sekolah hendaknya membentuk suatu badan yang bertugas untuk memelihara dan meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Dengan demikian tugas-tugas itu tidak akan ditangani secara insidentil, tetapi memerlukan penyediaan waktu tersendiri untuk melakukan program tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat itu.

2.5 Unsur-Unsur Terlibat dalam Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Adapun sumber-sumber yang dapat menjadikan hubungan sekolah dengan masyarakat itu antara lain:
1.      Sekolah
Sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakatyang diserahi kewajiban pemberian pendidikan. Haluan tersebut tercermin di dalam falsafah dan tujuan, penjenjangan, kurikulum, pengadministrasian, dan pengelolaan.
Sekolah merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat oleh karena itu segala bentuk tujuan sekolah kesemuanya mesti di arahkan kepada pembentukan corak pribadi dan kemampuan warga masyarakat sebagaimana yang menjadi target atau sasaran pendidikan di masyarakat bersangkutan.
2.      Orangtua Murid
Hubungan antara sekolah dan orangtua murid hendaknya dibawa ke dalam hubungan yang konstruktif dengan program sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas dari hubungannya dengan sekolah. Oleh karena itulah hubungan antara keduanya hendaknya dibimbing lebih simpatik dan ini merupakan tugas kepala sekolah.
3.      Murid dan Guru
Murid adalah unsur sekolah yang snagat penting. Guru tanpa ada murid maka sekolah tidak aka nada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga ynag memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan dari persekolahan dengan perantara guru.
Tugas guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuannya kepada anak didik saja kan tetapi juga harus memperhatikan tingkah laku/ perbuatan, pergaulan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan murid.
Dalam saat-saat yang memungkinkan guru hendaknya ringan tangan untuk mengadakan “home visit” untuk mengetahu  masalah-masalah yang dihadapi murid dan demi keakraban antara guru dan orangtua agar pendidikan dapat berjalan dengan baik dan dapat diharapkan hasilnya.

2.6 Prinsip-prinsip Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Untuk mencapai tujuan kerjasama sekolah dengan masyarakat ada beberapa prinsip sebagai pedoman untuk melaksanakannya, yaitu yang dikemukakan Elsbree.
1.      Ketahuilah apa yang  diyakini
Dalam hal ini, merupakan tugas kepala sekolah untuk mengembangkan filsafat pendidikan yang menjadi dasar dan tujuan pendidikan di sekolah, agar guru-guru dan staf tata usaha tahu apa yang harus dikerjakan dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.
2.      Melaksanakan program pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan masyarakat.
Maksudnya untuk mencapai kerjasama dan memperoleh bantuan dari masyarakat buatlah program belajar bagi anak-anak sebaik mungkin. Dan sekolah hendaknya melayani setiap orang yang datang ke sekolah dengan bersahabat.
3.      Mengetahui masyarakat sekitar.
Masyarakat sekolah hendaknya mengetahui benar-benar keadaan masyarakat di daerah itu, baik sifat maupun masalahnya maupun sumber-sumber yang ada dalam masyarakat tersebut, karena hal ini adalah penting bagi hubungan sekolah dan masyarakat.
4.      Bahan-bahan dokumen.
Dalam mempelajari keadaan masyarakat dapat melalui dokumen  dari sumber-sumber seperti kantor sensus, lembaga-lembaga ilmiah dan sebagainya.
5.      Keanggotaan dalam organisasi masyarakat.
Banyak faedah dan tujuan dan tujuan yang akan diperoleh dari sekolah tidak hanya mengetahui dari luar tetapi juga dari dalam dengan jalan menjadi anggota dari organisasi kepemudaan kebudayaan dan sebagainya.
6.      Mengadakan kunjungan ke rumah.
Dengan melakukan kunjungan kerumah orang tua murid, guru akan memperoleh informasi tentang perkembangan anak maupun tentang masyarakat di daerah tersebut.
7.      Melayani masyarakat di daerah sekitar sekolah.
Sekolah melayani anak-anak dari masyarakat melalui pendidikan dan pengajaran, tetapi sekolah akan menjadi lebih baik jika dijadikan pusat kegiataan masyarakat. Misalnya pada suatu sekolah ada perpustakaan untuk masyarakat, tempat pertemuan dan sebagainya. Pengaturan kegiatan tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan bersama.
8.      Doronglah masyarakat untuk melayani sekolah.
Ada beberapa prinsip penggunaan masyarakat untuk mencpai atau melayani sekolah yaitu:
1.      Adakan hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh dalam masyarakat yang dapat memberikan bantuan berupa materi, tenaga dan waktu demi kepentingan sekolah.
2.      Mohon bantuan pada pendidik dalam masyarakat untuk melayani sekolah.
3.      Memajukan program belajar anak-anak dan tingkatan mutu belajar melalui kemampuan dan pelayanan tokoh-tokoh masyarakat tapi pelaksanaan program tersebut hendaknya direncanakan dan diatur dengan baik.

2.7 Teknik-Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Cara untuk menggambarkan keadaan sekolah kepada masyarakat ada beberapa cara atau metode. Dengan gambaran tersebut diharapkan tercipta hubungan yang lebih erat antara sekolah dengan masyarakat. Drs. Soekarto Indrafahrudi mengungkapkan 11 teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui oleh masyarakat.
Teknik-teknik tersebut antara lain:
1.      Laporan Kepada Orangtua Murid
Laporan yang diberikan oleh sekolah kepada masyarakat berisi laporan tentang kemajuan anak, aktivitas anak di sekolah, kegiatan sekolah sendiri dan segala sesuatu yang terjadi sekolah sehubungan dengan pendidikan anak.

2.      Bulletin Bulanan.
Bulletin Bulanan dapat diusahakan oleh guru, staf sekolah dan para orangtua yang dapat diterbitkan datu bulan sekali. Bahkan dapat juga melibatkan murid, sambil memberikan latihan dan membentuk kader dari pihak murid.

3.      Penerbitan Surat Kabar.
Apabila dimungkinkan, sekolah dapat menerbitkan surat kabar sekolah. Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan. Artikel-artikel yang dimuat pun harus yang berkaitan dengan dunia pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari anak didik. Berita-berita yang dimuat hendaknya juga berita-berita yang memiliki nilai didik.
“The twenty Eight Years Book of American Associatain of School Administration” menyarankan 10 masalah yang hendaknya dimasukkan dalam surat kabar sekolah:
1.      Kemajuan dan kesejahteraan murid.
2.      Program pembelajaran murid.
3.      Pelayanan bimbingan dan penyuluhan.
4.      Tata-tertib dan kehadiran di sekolah.
5.      Tenaga yang bekerja di sekolah.
6.      Anggota staf sekolah dan alumni.
7.      Program pengadaan dan pemeliharaan rumah sekolah.
8.      Biaya dan sistem administrasi sekolah.
9.      Perkumpulan orang tua murid dan guru.
10.  Aktivitas murid.

4.      Pameran Sekolah
Pameran sekolah merupakan metode yang sangat efektif untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai hasil aktivitasnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung dengan mengunjungi pameran tersebut.

5.      Open House
“Open House” merupakan suatu metode mempersilakan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru yang diadakan pada waktu yang telah terjadwal.

6.      Kunjungan ke Sekolah (“School Visitation”)
Kunjungan orantua murid ke sekolah pada saat pelajarn berlangsung yang dimaksudkan agar para orangtua melihat anak-anaknya dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain itu juga dapat mengadakan diskusi untuk memecahkan masalah yang timbul menerut pandangan orantua.

7.      Kunjungan ke rumah murid
Kunjungan ke rumah murid dilakukan untuk melihat latar belakang kehidupan murid di rumah. kunjungan ke rumah orangtua murid harus direncanakan dan harus mengemban policy sekolah.

8.      Melalui Penjelasan Oleh Staf Sekolah
Kepala sekolah hendajnya berusaha agar semua personal sekolah turut aktif mengambil bagian dalam menyukseskan program hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personal sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang policy sekolah, organisasi sekolah dan semua kegiatan sekolah.

9.      Gambaran Keadaan Sekolah melalui murid
Murid dapat juga didorong untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai murid menyebarkan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat.

10.  Melalui Radio dan Televisi
Radio dan televisi memiliki daya kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion” yang sangat dibutuhkan dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat ini. Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah. Sekolah dapat juga menyampaikan berita dan pengumuman-pengumuman tentang penyelengaraan pendidikan.

11.  Laporan Tahunan.
Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk diberikan kepada Penilik Sekolah atau kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan yang membawahinya atau kepada atasan langsungnya. Isi laporan tahuna tersebut antara lain mencakup kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi murid.
  
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat dengan maksud meningkatkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama warga dalam usaha memperbaiki sekolah.
Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan hal penting. Karena dengan adanya hubungan sekolah dengan masyarakat sekolah dapat mengetahui sumber-sumber yang ada dalam masyarakat untuk kemudian didayagunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan sekolah. Oleh karena itu hubungan sekolah dan masyarakat perlu dibangun, dibina, dan dipelihara yang merupakan jembatan saling pengertian, agar terjadi hubungan yang harmonis serta partisipasi positif dari masyarakat.

DAFTAR RUJUKAN

Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Purwanto, Ngalim. 1990. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soetopo, H & Sumanto, W. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Suharno.    Manajemen Pendidikan. Surakarta: LPP dan UNS Press.
Tim dosen AP FIP IKIP Malang. 1989. Administrasi Pendidikan. Malang: Penerbit IKIP Malang.
Wijono. 1989. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti P2LPTK.





No comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text